Love Jesus Christ

It's only God

Rabu, 17 November 2010

PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN

PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN

Pengertian Pemasaran

Pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang:
• Penjualan
• Perdagangan
• Distribusi
Definisi yang dikemukakan oleh William J. Stanton berikut ini:
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menuntukan harga, mempromasikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun penbeli potensial.

Penciptaan Faedah Bagi Konsumen

Pemasaran adalah termasuk salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu dalam penciptakan nilai ekonomi.
Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah:
• Produksi yang membuat barang-barang
• Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut.
Feadah ( utility ) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan
Perusahan dapat menciptakan lima macam faedah, yakni :
1) Faedah bentuk ( form utility ),
2) Faedah waktu (time utility ),
3) Faedah tempat ( palce utility ),
4) Faedah milik ( ownership utility ),
5) Faedah infornasi ( information utiliyty ).
Dari kelima faedah tersebut, kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah , yaitu:
1. Faedah Waktu
2. Faedah Tempat
3. Faedah Milik
4. Faedah Informasi



Konsep Pemasaran

Kensep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa penuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahan.

 Pendekatan Studi Pemasaran

Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
• Pendekatan serba fungsi ( functional approach )
• Pendekatan serba lembaga (instituonal approach )
• Pendekatan serba barang (commodity approach )
• Pendekatan serba manajemen ( managerial approach )
• Pendekatan serba sistem ( total system approach )

Pendekatan Serba Fungsi

Adapun fungsi pokok pemasaran adalah :
1. Penjualan
Penjualan ini merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju.
2. Pembelian
Fungsi pembelian bertujuan memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual atau untuk digunakan dalam perusahaan dengan harga, pelayanan dari penjual dan kualitas produk tertentu.
3. Pengangkutan
Pengangkutan merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikomsumsikan.
4. Penyimpanan
Penyimpanan merupakan fungsi menyimpan barang-barang pada saat barang selesai diproduksi sampai pada saat barang dikonsumsikan.
Adapun alasan-alasan untuk mengadakan penyimpanan tersebut adalah :
a. Produksi bersifat musiman,
b. Konsumsi bersifat musiman,
c. Spekulasi,
d. Menyetabilkan harga,
e. Penyimpanan memungkinkan pembelian dalam jumlah besar,
5. Pembelanjaan
Pembelanjaan adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern guna menyelenggaraan kegiatan pemasaran.
6. Penanggungan Risiko
Penanggungan risiko adalah fungsi menghindari dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemasaran barang. Tiap-tiap perusahaan menghadapi macam-macam risiko, antara lain :
a. Risiko yang ditimbulkan oleh alam,
b. Risiko yang ditimbulkan olh manusia,
c. Risiko yang ditimbulkan oleh pasar.
Adapun cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko, khususnya risiko kebakaran dan pencurian, ialah :
a. Memperkecil jumlah persediaan barang,
b. Dengan mengusahakan fasilitas penyimpanan yang baik dan kuat,
c. Dengan mengasuransikan barang-barang yang disimpan.
7. Standardisasi dan Grading
Standardisasi adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentuk speasifikasi barang-barang hasil manufaktur, adapun dasar penentuan standard untuk barang-barang hasil manufaktur adalah :
• Ukuran jumlah ( Rim untuk kertas )
• Ukuran kapasitas ( 1 liter untuk oli )
• Ukuran fisik ( 4 R untuk ban sepeda motor )
• Ukuran kekuatan ( tenaga kuda untuk mesin dan motor )
Grading adalah usaha menggolong-golongkan barang ke dalam golongan standard kualitas yang telah mendapat pengangkuan dunia perdagangan. Adapun cara penggolongan yang dapat dilakukan adalah :
• Memeriksa dan menyordir dengan panca indra,
• Memeriksa dan menyordir dengan alat,
• Memeriksa dan menyordir melelui contoh barang.
8. Pengumpulan Informasi Pasar
Dalam fungsi ini termasuk pula pengumpulan dan penafsiran keterangan-keterangan tentang macam barang yang beredar dipasar, jumlahnya macam barang yang dibutuhkan konsumen, harganya, dan sebagainya.
Sebenarnya kedelapan macam fungsi pokok pemasaran tersebut dapat dimasukan ke dalam tiga macam fungsi, yaitu :
• Fungsi pertukaran,
• Fungsi penyediaan fisik,
• Fungsi penunjang.

Pendekatan Serta Lembaga

• Penyedia bahan / supplier yang menyediakan bahan kepada produsen.
• Produsen yang mengolah bahan menjadi barang jadi.
• Perantara pedagang.
• Perantara agen.
• Perusahaan saingan.
• Pembelian akhir.

 Pendekatan Serba Barang

Pendekatan serba barang atau disebut juga pendekatan organisasi industri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barabg-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.

Pendekatan Serba Manajemen

Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta keputusan yang mereka ambil.

Pendekatan Serba Sistem

Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.

STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN

Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh seorang manajer pemasaran yang kebanyakan bertanggung jawab pada direktur perusahaan. Manajer pemasaran membawahi sejumlah individu yang dikelompokkan ke dalam dua sub bagian, yaitu :
• Sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang.
• Sub bagian penjualan umum.
Kepala sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan alat penunjang bertanggung jawab terhadap masalah-masalah :
1. perencanaan dan perdagangan barang,
2. periklanan,
3. riset pemasaran,
4. analisis dan pengawasan penjualan,
5. anggaran penjualan,
6. peramalan penjualan,
7. perencanaan saluran, territorial, dan kuota,
8. pengawasan persediaan,
9. penjadwalan produksi,
10. distribusi fisik.
Sedangkan kepala sub bagian penjualan umum bertanggung jawab terhadap masaah-masalah :
1. penjualan lapangan,
2. kegiatan kantor penjualan ternasuk servis langganan dan servis barang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar