Love Jesus Christ

It's only God

Rabu, 17 November 2010

Pengertian manejemen

Pengertian manejemen


Manajemen menurut James A.F. Stoner : merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen memiliki lima fungsi :
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan
Jenjang Manajemen
Pada umumnya perusahaan-perusahaan besar biasanya memiliki minimal tiga jenjang manajemen. Ketiga jenjang tersebut ialah :

1) Manajemen puncak atau manajemen eksekutif
Merupakan jenjang tertinggi yang meliputi dewan direktur, direktur utama atau chief executive officer (CEO), dan pimpinan lain.

2) Manajemen madya atau manajemen administrative
Meliputi pimpinan pabrik dan/atau manajer divisi.

3) Manajemen operasional atau manajemen supervisori
Merupakan jenjang terendah. Tugasnya meliputi pelaksanaan rencana yang dibuat oleh para manajer madya.


LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN

Gerakan Manajemen
Sebelum 1880, pengelolaan perusahaan pada umumnya dipandang suatu cara yang biasa, apa adanya, jika tidak dianggap suatu seni. Tetapi sekitar 1885, Frederick W, Taylor (1856-1915) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja.
Beberapa tahun sebelum taylor, Henry Fayol (1841-1945) telah menjadi manajer pada sebuah pertambangan batu bara di Perancis. Ia juga mempelajari manajemen, mencari teknik-teknik yang dapat meningkatkan produksi batu bara. Fayol telah memutuskan bahwa manajemen itu melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengendalian. Secara umum, ia berusaha melakukan sesuatu seperti Taylor, mencari netode-metode yang lebih ilmiah.
Sejak pemunculan bukunya tahun 1911, Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yang diterbitkannya berjudul The Principle of Scientific Management.


SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN

Sekolah Klasik (Classical School)
Sekolah klasik berawal dengan adanya formasi perusahaan-perusahaan besar. Banyak dari literatur klasik ditulis antara Perang Dunia I dengan Perang Dunia II. Teori klasik mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakukan oleh para manager. Sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi managemen primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
Sekolah Perilaku (Behavioral School)
Sekolah perilaku yang juga disebut leadership, human relations, atau behavioral sciences school of management, telah menjadi popular dalam tahun 1950-an. Sekolah ini memusatkan perhatian pada aspek kemanusiaan dari manajemen dan menekankan kebutuhan bagi para manajer untuk memahami manusia.
Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School)
Sekolah ilmu manajemen ini melibatkan matematika dan statistic. Model-model matematis digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian. menyelesaikan masalah-masalah yang sebelumnya terlalu komplek untuk diselesaikan.

Analisis system
Analisis system menawarkan suatu alat untuk melihat kegiatan intern dan ekstern dari perusahaan. Analisis system ini berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan semua komponen secara bersama-sama.
System adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membentuk sebuah organisme fungsi. Analisis system merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasikan bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka.
Manajemen Hasil
Sejak pertama kali ditemukan oleh Peter Drucker di awali tahun 1950-an. Manajemen hasil, atau manajemen berdasarkan sasaran. (management by objectivitas/MBO) telah ssemakin popular. MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan. Ini juga merupakan suatu falsafah manajemen yang menunjukkan nilai tujuan pelaksanaan.
MBO memusatkan perhatian pada hasil, bukan perilaku yang diperlihatkan oleh karyawan.


PERENCANAAN
Perencanaan merupakan fungsi terpenting di antara semua fungsi-fungsi manajemen yang ada.
Dalam semua kegiatan yang bersifat manajerial untuk mendukung usaha-usaha pencapaian tujuan, fungsi perencanaan haruslah dilakukan terlebih dahulu daripada fungsi-fungsi pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan.
Bentuk-bentuk Perencanaan:
a. Tujuan (objective)
Tujuan merupakan suatu sasaran di mana kegiatn itu diarahkan, dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b. Kebijakan (Policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikmiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.
c. Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat.
d. Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang.
e. Aturan (Rule)
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f. Program
Program adalah campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget); semuanya ini akan menciptakan adanya tindakan.
Kegunaan Perencanaan:
a) Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang
b) Mengarahkan perhatian pada tujuan
c) Memperingan biaya
d) Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan
Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan
• Mencapai tujuan
• Menyusun anggapan-anggapan (Premising)
• Menentukan berbagai alternatif tindakan
• Mengadakan pernilaian terhadap alternatif-alternatif tindakan yang sudah dipilih
• Mengambil keputusan
• Menyusun rencana pendukung
Jangka Waktu Perencanaan
Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan :
a) Perencanaan jangka pajang
b) Perencanaan jangka menengah
c) Perencanaan jangka pendek
Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan:
• Sulitnya mencari anggapan secara teliti
• Perubahan yang sangat cepat
• Kekakuan internal
• Kekakuan eksternal
• Waktu dan Biaya

Pengambilan Keputusan
A. Syarat-syarat Pengambilan Keputusan:
• Herus berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan yang positif.
• Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai beserta segala kekurangannya.
• Harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan penilaian berbagai alternative sesuai dengan tuntutan-tuntutan untuk mencapai tujuan.
• Harus bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternative yang paling baik.
B. Alat pengambilan keputusan
Untuk mengambil keputusan yang rasional perlu digunakan alat-alat seperti:
• Operation research
• Teori probabilitas
• Linear programming


PENGORGANISASIAN

Hubungan-hubungan yang timbul didalam organisasi dapat berbentuk :
a. Hubungan informal
Yang termasuk didalam hubungan informal antara lain: hubungan-hubungan yang timbuknya tidak disengaja, hubungan-hubungan diluar tugas atau pekerjaannya, dan hubungan-hubungan lain yang bersifat tidak resmi.
b. Hubungan formal
Merupakan bentuk hubungan yang dilakukan secara dengan sengaja. Didalam hubungan formal terdapat tiga hubungan dasar :
• Tanggung jawab
• Wewenang
• Pertanggung jawaban
Pola Hubungan antar komponen Organisasi
Tidak terdapat pembagian tanggung jawab secara jelas, maka tugas-tugas atau fungsi sulit untuk dijalankan atau dapat pula terjadi adanya keadaan yang tidak menentu didalam suatu pelaksanaan. Sedangkan tanggungjawab itu sendiri tidak dapat dibebankan pada masing-masing pelaksana jika tidak disertai adanya hak-hak untuk melaksanakan atau berupa wewenang.
Jadi antara tujuan, fungsi, tanggung jawab, wewenang, serta pertanggungjawaban mempunyai hubungan yang erat, dan berkaitan satu dengan lainnya.
Rentangan Kekuasaan
Munculnya rentangan kekuasaan ini disebabkan oleh adanya keterbatasan pada kemampuan seseorang. Dalam setiap organisasi rentangan kekusaan ini harus diterapkan untuk mengetahui sampai seberapa jauh seseorang dapat mengatur dan memimpin sejumlah bawahan dengan efektif serta efesien. Jadi keefektifan dan efesiensi seorang pemimpin dalam mengatur bawahan banyak dipegaruhi oleh jumlah bawahan itu sendiri.
Banyak sedikitnya frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain:
• Latihan dari bawahan
• Pendelegasian wewenang
• Perencanaan
• Teknik komunikasi
Dasar-dasar penggolongan Bagian didalam Organisasi
-  Didasarkan oleh suatu angka
-  Didasarkan pada waktu
-  Didasarkan pada fungsi perusahaan
-  Didasarkan pada luas daerah operasi
-  Didasarkan pada jemis barang yang dihasilkan
-  Didasarkan pada jenis langganan
Karakteristik struktur Organisasi
Bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki dua karakteristik dasar yaitu :
• Keseimbangan dalam organisasi
Sebuah organisasi dapat dikatakan seimbang ketika pada masing-masing bagian atau fungsi dialokasikan modal dan tenaga kerja yang sesuai dengan sumbangannya terhadap pencapaian.
• Fleksibel
Fleksibelitas merupakan kemampuan dari struktur organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap semua perubahan-perubahan yang terjadi seperti : perubahan kegiatan, perubahan jumlah karyawan, perubahan formasi jabatan, dan lainya.


PENGARAHAN
Prinsip-prinsip pengarahan
Seorang pimpinan harus berpegang beberapa perinsip antara lain:
•  Prinsip pengarahan kepada tujuan
•  Prinsip keharmonisan dengan tujuan
•  Prinsip kesatuan komando
Cara-cara pengarahan :
• Orientasi
Merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu agar supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik. Informasi yang diberikan didalam orientasi berupa antara lain:
• Perintah
Merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada dibawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada kegiatan tertentu.
Delegasi wewenang
Pendelegasikan wewenang bersifat lebih umum jika dibandingkan dengan pemberian perintah. Dalam pendelegasian wewenang pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahan.
Komunikasi
• Didalam komunikasi terdapat hubungan antara orang dengan orang, orang dengan lembaga dan sebagainya
• Hubungan yang timbul komunikasi itu digunakan untuk menyalurkan gagasan, pendapat, atau informasi
• Komunikasi berguna untuk menciptakan hubungan yang serasi dan menciptakan saling pengertian.
• Untuk mengadakan komunikasi, dapat digunakan kata-kata, surat, kode atau symbol.
Prinsip-prinsip agar komunikasi dapat lebih efektif dan efisien :
- Komunikasi harus jelas
- Prinsip integritas
- Prinsip penggunaan organisasi informal
Motivasi
Motivasi mempunyai dua jenis bentuk :
• Motivasi Positif
Merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara memberikan penambahan tingkat kepuasan tetentu.
• Motivasi negative
Merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti atau mendorong seseorang untuk melakukan suatu secara terpaksa.


PEBGKOORDINASIAN

Prinsip-prinsip Koordinasi :
• Prinsip kontak langsung
• Prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi
• Hubungan timbale balik di antara factor-faktor yang ada
Pelaksanaan fungsi koordinasi
Untuk melaksanakan suatu fungsi koordinasi, manajer dapat menempuh dua cara :
• Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi.
• Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prnsip koordinasi


PENGAWASAN

Pengertian
Pengawasan ialah fungsi terakhir yang harus dilaksanakan dalam manajemen. Dengan cara pengawasan dapat diketahui tentang hasil yang telah dicapai.
Langkah-langkah pengawasan :
• Menciptakan standar
• Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standar
• Melakukan tindakan koreksi
Syarat-syarat pengawasan yang baik :
• Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan atau aktivitas
• Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera
• Pengawasan harus mempunyai pandangan kedepan
• Pengawasan harus obyektif, teliti dan sesuai dengang standar yang digunakan
• Pengawasan harus luwes atau fleksibel
• Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi
• Pengawasan harus ekonomis
• Pengawasan harus mudah dimengerti
• Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan atau koreksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar